Detail Notes

Untung ada kamu


Untung ada kamu...                         

Mungkin ketika mendengar pertama kali judul tersebut, sekilas ungkapan ini biasanya dikaitkan dengan orang yang lagi menjalin hubungan spesial baik dengan  lawan jenis atau ungkapan kepada sahabat. Benar juga sih perkiraan YOTers. Namun kali ini saya akan mengulasnya lebih jauh dari hal itu. Kali ini saya akan menyangkut pautkan kalimat diatas dengan sesuatu hal yang disebut menolong.Yup Menolong.

Menolong itu menyenangkan loh. Ketika kita memberikan pertolongan kepada orang lain yang sedang benar-benar butuh pertolongan , bisa diibaratkan seperti memberikan hujan kepada tanah yang tandus.Namun perlu diingat jika keadaan kita memungkinkan untuk menolong, maka kita berkewajiban menolong,namun jika tidak,maka menolong merupakan kegiatan yang tidak wajib dilakukan namun masih sangat dianjurkan . Terkadang kita tidak menyadari pertolongan yang kita berikan begitu berarti bagi orang lain. Nah disitu seni nya..Sekecil pertolongan yang kita berikan pasti selalu ada manfaat yang kita berikan kepada orang lain. Saya pernah dengar dari orang bijak, jika kita menolong orang lain sebenarnya kita sedang membahagiakan diri kita sendiri.Kenapa?karena secara nggak langsung kita telah memberikan bantuan kepada diri sendiri. Bayangkan menolong itu seperti lingkaran, tidak memiliki sudut dan akan selalu berhubungan sebab akibat. Ingat hukum memberi dan menuai?Hukum itu masih berlaku kawan.Semakin kita banyak menanam,semakin banyak pula kita akan menuai.Dengan begitu jika kita menanam kebaikan,kita akan menuai kebaikan,sebaliknya jika kita menanam keburukan kita akan menuai keburukan pula.

Saya pernah memilki beberapa pengalaman menolong yang berkesan.Maksud saya untuk menceritakannya disini bukan bermaksud untuk pamer ,ingin dipuji atau mengharapkan balasan. Saya ingin sekedar berbagi bagaimana menyenangkannya bisa berbagi dengan sesama,apalagi disaat orang lain benar-benar membutuhkan pertolongan kita. Begini ceritanya. Pagi itu matahari bersinar dengan teriknya.Padahal waktu masih menunjukkan pukul 10.00 am. Pagi itu saya baru saja selesai melakukan praktikum.Merasa lelah dan saya masih memiliki jeda waktu untuk uliah berikutnya , saya memutuskan bergegas pulang ke kos dengan mengendarai sepeda motor. Terbayang sudah bagaimana empuknya kasur dan segarnya es yang bisa saya minum sesampainya di kos. Di tengah perjalanan,lamunan saya buyar ketika melihat teman saya menuntun sepeda motornya menuju gerbang pintu masuk kampus. Saya pun mengampirinya dan bertanya mengapa ia tidak menaiki sepeda motornya. Teman saya pun menjawab “aku kehabisan bensin”. Mendengar hal tersebut,lamunan saya tentang kasur empuk dan minum es langsung buyar dan  saya mengatakan kepada teman saya untuk menepi dan menunggu saya di tempat tersebut sampai saya kembali lagi membawa bensin untuknya. Segera saya pergi menuju penjual bensin eceran yang memang sering mangkal di kampus. Setelah membelikan bensin untuk motor teman saya, benar saja motor teman saya itu bisa di starter kembali. Kami berdua pun bernafas dengan lega.Setelah itu teman saya  pergi karena dia mengatakan ada kuliah. Sebelum dia pergi , dia mengucapkan terima kasih dan kalimat yang berhasil menggugah saya untuk lebih banyak menolong orang lain. Dia mengatakan “ makasi ya Ren, Untung aja ada kamu tadi, kalo nggak, aku nggak tau harus gimana, padahal aku ada kuliah.” saya pun hanya menjawab “iya sama-sama, kebetulan aja aku lewat, dan memang lagi mau pulang”.

Jika saat itu saya bersiteguh dengan ego saya untuk tidak menghiraukan teman saya, tancap gas dan pura-pura untuk tidak melihat dia, mungkin saya tidak dapat mengambil hikmah bagaimana menyenangkannya menolong. Jujur bagi saya saat itu, membantu teman saya membeli bensin merupakan hal yang sepele, orang lain juga bisa melakukannya. Namun mungkin Tuhan memberikan saya kesempatan untuk belajar lebih banyak menolong orang lain dari kalimat “Untung aja ada kamu”. Ungkapan “Untung aja ada kamu” juga bukan berarti  kita dianggap, “Wah”, berharga bagi orang lain, atau kita superhero , mengaggap kita hebat lalu membuat kita sombong.bukan itu! yang saya tekankan, perbuatan hal yang sepele bagi kita, terkadang memang berharga dan dibutuhkan bagi orang lain. Jadi seringlah menolong walaupun itu merupakan hal yang sepele bagi kita, karena hal yang sepele itu terkadang sangat besar artinya bagi orang lain yang sedang membutuhkan pertolongan.Jadi tunggu apalagi kawan, marilah kita membisakan diri dengan saling tolong menolong 

 

 

By Renaya Azima Sani,
Posted 21-11-2014 read:124

Related Notes

Bertambah Tua itu Pasti, Tapi Dewasa adalah pilihan                 Hi YOTers, bagamana kabar kalian? semoga…
By Renaya Azima Sani
Seberkas Harapan dari Ijen (Part 1) Gimana kabarnya YOTers? semoga tetap sehat, bersemangat dan selalu…
By Renaya Azima Sani
Halo YOTers Kalau ditanya, satu hari ada berapa jam? PASTI jawabannya serempak "24 jam". Enggak…
By Saniatu Aini
Halo yoters ! apa kabar ? semoga baik baik saja dan tetap semangat. Kali ini…
By Hananto Dimas M.
Adakah yang tahu tentang judul di atas? Sebagian orang mungkin mengetahuinya. span style="font-family: Helvetica, Arial,…
By Syifa Mashfufah Agma