DIAGRAM 1

Model satu-pilar-empat-sisi ini menunjukkan ke tidakseimbangan seseorang secara instan, apakah itu datang dari sisi Spiritual dan/atau dari sisi Intelektual / Sosial / Fisik.

Mengapa tes tersebut saya namakan TKP? Karena arti lain TKP adalah: "Tempat Kejadian Perkara". Seperti kita ketahui, semua masalah yang dihadapi seseorang, mayoritas berasal dari individu itu sendiri. Dalam kata lain, untuk memecahkan masalah yang ada, individu tersebut harus mengerti Tempat Kejadian Perkara (TKP), yaitu dirinya sendiri.

TKP bukanlah sebuah solusi, melainkan sebuah langkah awal untuk seseorang menjadi pribadi yang lebih seimbang. Karena hanya keseimbangan lah yang bisa mendukung Goal-setting dan success maintenance seseorang.

Ibarat orang yg ingin naik tangga menuju sukses, orang tersebut harus mulai dari lantai dasar (dirinya sendiri), dalam posisi relatif seimbang. Ga ada orang yang bisa naik tangga mulai dari lantai lima, kecuali anda Superman (and Superman is not real). 

TKP akhirnya saya launching di bulan Juli 2012. Sampai dengan akhir Juni 2013, tercatat 24,598 pengambil tes. Dari angka ini, hanya 40% yang menyelesaikan tes dari awal sampai akhir. Dari +/- 10,000 orang yg menyelesaikan TKP, berikut adalah nilai rata-rata (diagram 1):

Demografis umur data pengambil TKP (versi bahasa Indonesia) selama kurun 1 tahun adalah sbb:

 

Saya cukup terkejut lihat data ini. Dengan mayoritas (70%) pengambil tes berada di rentang umur 17-30 tahun, sample group ini me-representasikan masa depan bangsa kita. 

 

Apakah bentuk pilar generasi muda seperti ini cukup kokoh untuk menopang masa depan Indonesia?

Tentunya masih banyak analisa yang perlu dilakukan sebelum menjawab pertanyaan di atas.

Ini membawa saya kembali ke Billy. Dari sekian banyak orang yang saya kenal, Billy adalah salah satu yang relatif seimbang secara Spiritual-Intelektual-Sosial-Fisik.

 

Bedanya Billy dengan teman saya yang lain?  Dia terbuka dan rajin menyebar luaskan "balanced-value" ini melalui social media influence nya.

Saya bertemu dengan Billy lagi di bulan Maret tahun ini, dan membicarakan hasil TKP dari 20,000 peserta (saat itu). Billy menyatakan dia akan minta semua YOTers untuk ambil TKP, untuk membantu generasi muda Indonesia mengambil langkah pertama untuk menuju ON TOP, yaitu dengan menganalisa keseimbangan diri nya dahulu.

Selama 1 tahun pertama (Juli 2012 - Juni 2013), TKP saya sediakan gratis, di mana biaya operasional, pembuatan tes dengan tim psikolog/profesonal, staf dan lain lain, saya keluarkan dari kocek sendiri. Billy pun sudah banyak mengeluarkan biaya untuk membangun YOT sampai hari ini. Untuk membantu subsidi biaya berjalan ke depan nya, kami memutuskan untuk menyediakan TKP melalui YOT website, dengan harga Rp.9,975 / tes. 

Mengapa Rp.9,975? Karena ini lebih murah dari sebungkus rokok, lebih murah dari kentang goreng di restoran cepat saji, dan yang pasti, lebih bisa dipakai oleh sang pengambil tes untuk membuat road-map masa depan.

Saya sempat tanya sama Billy:

"YOTers mau gak tuh bayar Rp.9,975 untuk ambil TKP?"

Jawaban khas Billy:

"Gue tau Tes TKP loe ini ga gampang buatnya, dan testimonial positif juga udah ribuan. Kalau 9 ribu-an aja ga mau bayar, mereka bukan YOTers!"

Jika memang ada yang benar-benar tidak mampu membayar Rp.9,975 untuk TKP, kami berdua juga akan menyediakan kode TKP Gratis dari waktu ke waktu, melalui quiz quiz baik dari twitter @BillyBoen dan @youngontop dan @balpil (yang mau gratis harap pantau ke tiga twitter account ini) dan melalui YOT Kaskus Community di Kaskus http://yotkc.kaskus.com

Selain itu, buku “PSP – Pilar Sukses Pribadi” yang menjadi dasar pembuatan TKP, bisa anda unduh GRATIS (versi PDF) melalui www.balpil.com/ebook

Apakah anda merasa ada yang kurang sreg dari hidup anda?

Mungkin kah ada imbalance dari sisi spiritual / intelektual / sosial / fisik anda, yang selama ini menghambat kemajuan anda menuju ON TOP?

Find out your strength and weaknesses through TKP.

It costs less than a box of cigarettes!

Salam seimbang!

-Holip Soekawan

www.youngontop.com/balpil

Kata penutup dari Billy Boen: "Tidak ada orang yang bisa sukses kalau dia tidak mengenal diri sendiri, hidup tidak seimbang, dan tidak bekerja keras. TKP adalah langkah awal dalam pencapainan mimpi besar anda."

" /> Youngontop - TKP = Tempat Kejadian Perkara?

Detail Notes

TKP = Tempat Kejadian Perkara?


Tahun lalu sekitar bulan Mei adalah pertama kali saya bertemu Billy. Saya sudah pernah dengar buku Young On Top nya sebelum bertemu Billy, dan sering lihat buku kuning yg 'iconic' tersebut di Gramedia.

Pendek ceritanya, saya melihat Billy sangat passionate tentang Young On Top, dan ingin berkontribusi untuk generasi muda yang punya keyakinan bahwa mereka (kalian) bisa berada di puncak, walaupun masih muda. Sebuah pemikiran positif yang layak dianut semua insan muda Indonesia!

Saat itu saya sedang menyelesaikan sebuah Tes Keseimbangan Pribadi, TKP, dibantu dengan tim psikolog dan pakar pembuat psikotes.

Saat di interview Billy di Young On Top radio show, saya menceritakan soal TKP yang sebentar lagi akan rampung tersebut. Kami tidak banyak bertemu setelah bulan Juni, tapi saya terus melihat dan mendengar "gaung" YOT movement, sebagai gerakan yang positif untuk Indonesia muda yang lebih percaya diri.

Billy Boen, melalui kunjungan-kunjungan nya ke kampus kampus di daerah, pembinaan komunitas dan ambasador YOT yang konsekuen, dan segala tulisan dan kegiatan se hari-hari nya, terus memupuk rasa percaya diri di generasi muda Indonesia. Dan paling hebat dari semua ini, Billy sangat KONSISTEN memupuk hal-hal yang dia tulis di buku Young On Top, melalui kicauan twitter dari pagi sampai malam.

Waktu saya kuliah di Los Angeles, saya sering mendengar istilah "If you want to talk the walk, you gotta walk the talk."

Apa artinya?

"Jika anda mau ngomong tentang sesuatu, pastikan anda bisa menjalankan apa yang anda ucapkan."

Dalam konteks ini, Billy adalah salah satu contoh yang layak dipanuti.

Sebagai manager muda dengan pengalaman di berbagai perusahaan skala internasional, Billy sudah mencapai status On Top. Dan Billy sangat terbuka, dan terlihat selalu berusaha untuk menjadi contoh yang baik.

Keterbukaan nya inilah yang sangat refreshing, di mana melalui kicau2an tweet nya, Billy secara langsung sedang menunjukkan dia "walking the talk," (bukan "omdo" omong doank) sebagai Chief YOTer.

Kembali ke TKP, tes keseimbangan ini saya buat berdasarkan konsep yang saya tulis di buku "Personal Scorecard Pillar" (BIP Gramedia, ISBN # 9790745524).

TKP memberikan analisa dasar atas keseimbangan seseorang, dengan questionnaire yang mencakup ke-empat sisi kehidupan:

  • Spiritual
  • Sosial
  • Intelektual
  • Fisik
Perbedaan konsep yang diusung TKP adalah integrasi ke empat sisi kehidupan ini, dalam tampilan satu pilar, seperti berikut:
 

balpil

DIAGRAM 1

Model satu-pilar-empat-sisi ini menunjukkan ke tidakseimbangan seseorang secara instan, apakah itu datang dari sisi Spiritual dan/atau dari sisi Intelektual / Sosial / Fisik.

Mengapa tes tersebut saya namakan TKP? Karena arti lain TKP adalah: "Tempat Kejadian Perkara". Seperti kita ketahui, semua masalah yang dihadapi seseorang, mayoritas berasal dari individu itu sendiri. Dalam kata lain, untuk memecahkan masalah yang ada, individu tersebut harus mengerti Tempat Kejadian Perkara (TKP), yaitu dirinya sendiri.

TKP bukanlah sebuah solusi, melainkan sebuah langkah awal untuk seseorang menjadi pribadi yang lebih seimbang. Karena hanya keseimbangan lah yang bisa mendukung Goal-setting dan success maintenance seseorang.

Ibarat orang yg ingin naik tangga menuju sukses, orang tersebut harus mulai dari lantai dasar (dirinya sendiri), dalam posisi relatif seimbang. Ga ada orang yang bisa naik tangga mulai dari lantai lima, kecuali anda Superman (and Superman is not real). 

TKP akhirnya saya launching di bulan Juli 2012. Sampai dengan akhir Juni 2013, tercatat 24,598 pengambil tes. Dari angka ini, hanya 40% yang menyelesaikan tes dari awal sampai akhir. Dari +/- 10,000 orang yg menyelesaikan TKP, berikut adalah nilai rata-rata (diagram 1):

  • Spiritual = 7,6 / 10
  • Sosial = 8,8 / 10
  • Intelektual = 4,6 / 10
  • Fisik = 6 / 10
     

Demografis umur data pengambil TKP (versi bahasa Indonesia) selama kurun 1 tahun adalah sbb:

  • 17 – 20 tahun = 30%
  • 21 – 25 tahun = 28%
  • 26 – 30 tahun = 15%
  • 31 – 35 tahun = 13%
  • 36 – 40 tahun = 9%
  • 41 – 50 tahun = 4%
  • 51 – 60 tahun = 1 %

 

Saya cukup terkejut lihat data ini. Dengan mayoritas (70%) pengambil tes berada di rentang umur 17-30 tahun, sample group ini me-representasikan masa depan bangsa kita. 

 

Apakah bentuk pilar generasi muda seperti ini cukup kokoh untuk menopang masa depan Indonesia?

Tentunya masih banyak analisa yang perlu dilakukan sebelum menjawab pertanyaan di atas.

Ini membawa saya kembali ke Billy. Dari sekian banyak orang yang saya kenal, Billy adalah salah satu yang relatif seimbang secara Spiritual-Intelektual-Sosial-Fisik.

  • Secara Spiritual, Billy adalah orang yang percaya diri dan rajin beribadah sesuai kepercayaan nya.
  • Secara Intelektual, ilmu pengetahuan yang diperoleh Billy saat kuliah, sudah berhasil dia aplikasikan di berbagai perusahaan atau "brand" internasional, dengan moving-up the corporate ladder yang progresif.
  • Secara Sosial, Billy punya hubungan baik dengan keluarga dan kerabat, memiliki network yang luas, dan, support kegiatan amal melalui YOT Ayo Peduli.
  • Secara Fisik, Billy sangat sehat, rajin nge-gym dan lari, bahkan sudah berhasil menyelesaikan marathon 42,2 km di Singapore tahun lalu. 

 

Bedanya Billy dengan teman saya yang lain?  Dia terbuka dan rajin menyebar luaskan "balanced-value" ini melalui social media influence nya.

Saya bertemu dengan Billy lagi di bulan Maret tahun ini, dan membicarakan hasil TKP dari 20,000 peserta (saat itu). Billy menyatakan dia akan minta semua YOTers untuk ambil TKP, untuk membantu generasi muda Indonesia mengambil langkah pertama untuk menuju ON TOP, yaitu dengan menganalisa keseimbangan diri nya dahulu.

Selama 1 tahun pertama (Juli 2012 - Juni 2013), TKP saya sediakan gratis, di mana biaya operasional, pembuatan tes dengan tim psikolog/profesonal, staf dan lain lain, saya keluarkan dari kocek sendiri. Billy pun sudah banyak mengeluarkan biaya untuk membangun YOT sampai hari ini. Untuk membantu subsidi biaya berjalan ke depan nya, kami memutuskan untuk menyediakan TKP melalui YOT website, dengan harga Rp.9,975 / tes. 

Mengapa Rp.9,975? Karena ini lebih murah dari sebungkus rokok, lebih murah dari kentang goreng di restoran cepat saji, dan yang pasti, lebih bisa dipakai oleh sang pengambil tes untuk membuat road-map masa depan.

Saya sempat tanya sama Billy:

"YOTers mau gak tuh bayar Rp.9,975 untuk ambil TKP?"

Jawaban khas Billy:

"Gue tau Tes TKP loe ini ga gampang buatnya, dan testimonial positif juga udah ribuan. Kalau 9 ribu-an aja ga mau bayar, mereka bukan YOTers!"

Jika memang ada yang benar-benar tidak mampu membayar Rp.9,975 untuk TKP, kami berdua juga akan menyediakan kode TKP Gratis dari waktu ke waktu, melalui quiz quiz baik dari twitter @BillyBoen dan @youngontop dan @balpil (yang mau gratis harap pantau ke tiga twitter account ini) dan melalui YOT Kaskus Community di Kaskus http://yotkc.kaskus.com

Selain itu, buku “PSP – Pilar Sukses Pribadi” yang menjadi dasar pembuatan TKP, bisa anda unduh GRATIS (versi PDF) melalui www.balpil.com/ebook

Apakah anda merasa ada yang kurang sreg dari hidup anda?

Mungkin kah ada imbalance dari sisi spiritual / intelektual / sosial / fisik anda, yang selama ini menghambat kemajuan anda menuju ON TOP?

Find out your strength and weaknesses through TKP.

It costs less than a box of cigarettes!

Salam seimbang!

-Holip Soekawan

www.youngontop.com/balpil

Kata penutup dari Billy Boen: "Tidak ada orang yang bisa sukses kalau dia tidak mengenal diri sendiri, hidup tidak seimbang, dan tidak bekerja keras. TKP adalah langkah awal dalam pencapainan mimpi besar anda."

By Holip Soekawan,
Posted 17-07-2013 read:1094

Related Notes

Tahun lalu sekitar bulan Mei adalah pertama kali saya bertemu Billy. Saya sudah pernah dengar…
By Holip Soekawan
                Halu YOTers...                 Sedang sibuk apakah minggu ini? Miggu yang ternyata tak banyak bersahabat…
By Showfil Widad Herdiana
Siapa yang mengalami kesulitan belajar sejarah? Kalau saya ditanya begitu sih, saya akan angkat tangan…
By Ruru
Apa ada disini yang tidak cinta sama Negerinya Sendiri? Saya yakin, yang login di akun…
By Denny Hidayat
aku
Arah. Katanya hidup harus berarah. Mengarah.  Pada satu pilihan arah. Terbersit bahwa dunia saja menyediakan…
By Syifa Fauzia Chairul