Museum Sri Baduga

Dalam jadwal acara, LPMQ menjadwalkan kegiatan lokakarya selama sepekan, Kamis-Rabu, 24-30 Agustus 2017. Sejumlah peneliti didaulat mengisi acara dengan materi berbeda-beda. Mulai cerdas cermat Alquran dan kebudayaan Islam, pelatihan menghafal Alquran, tartil, tilawah, mewarnai kaligrafi, dan menebali teks ayat Alquran.

Di tempat terpisah, Kepala Museum Sri Baduga Hj Ester Miori Dewayani sangat mengapresiasi kehadiran LPMQ di Expo 2017 yang mengusung tema ‘Keberagaman Budaya Asia Pasifik, Momentum Harmonisasi Antarbangsa’ ini.  “Saya berharap, kerjasama dengan LPMQ ini terus ditingkatkan di masa-masa mendatang,” harapnya.

" /> Youngontop - Semarak Alquran di Expo Museum Sri Baduga 2017 Bandung

Detail Notes

Semarak Alquran di Expo Museum Sri Baduga 2017 Bandung


Lajnah Pentashihan Mushaf Alquran (LPMQ) mewakili Kementerian Agama turut memeriahkan Museum Sri Baduga Expo 2017 di Bandung. Kepala LPMQ Muchlis M Hanafi mengatakan pihaknya diundang Pemprov Jawa Barat untuk turut serta memeriahkan Expo yang diinisiasi Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jawa Barat bekerjasama sejumlah museum dari berbagai provinsi. LPMQ menggelar lokakarya dan edukasi ke-Alquran-an.

“Pernah ke Taman Mini Indonesia Indah? Tahu di situ ada Baitul Qur’an dan Museum Istiqlal (BQMI),” tanya Muchlis diikuti jawaban ‘pernah’ oleh ratusan siswa MTs dan MA se-Kota Bandung saat menjadi narasumber lokakarya, belum lama ini.

Menurut Muchlis, BQMI merupakan satu-satunya Museum Alquran yang pertama dan satu-satunya di Indonesia. Museum ini berada di bawah LPMQ. “Pertanyaan kemudian, makhluk apa ini lajnah pentashihan. Ada yang tau artinya lajnah,” ujarnya.

Para siswa berebut tunjuk jari. Salah satu di antara mereka menjawab dengan benar, karenanya diberi hadiah buku. Lokakarya ini dikemas dalam bentuk tanya jawab yang dipandu langsung oleh Doktor lulusan Universitas Al-Azhar Kairo ini. Siapa dapat menjawab benar, maka dia mendapat hadiah buku, kaos, atau payung LPMQ.

Dalam kesempatan ini, para siswa juga disuguhi pemutaran film tentang lebah. Film dokumenter ini dibuat oleh tim LPMQ dan LIPI sebagai kelanjutan dari penerbitan buku Tafsir ‘Ilmy (tafsir berbasis ilmu pengetahuan).

Kepala BQMI Wawan Ridwan mengatakan, workshop sengaja digelar santai dan menyenangkan. Hal tersebut dilakukan agar para siswa dari sejumlah madrasah dan sekolah se-Bandung Raya merasa nyaman di museum. “Sebab, ada dua keunggulan di museum. Pertama, koleksi. Lalu yang kedua pemandu,” ujarnya.

Baca juga : Museum Sri Baduga

Dalam jadwal acara, LPMQ menjadwalkan kegiatan lokakarya selama sepekan, Kamis-Rabu, 24-30 Agustus 2017. Sejumlah peneliti didaulat mengisi acara dengan materi berbeda-beda. Mulai cerdas cermat Alquran dan kebudayaan Islam, pelatihan menghafal Alquran, tartil, tilawah, mewarnai kaligrafi, dan menebali teks ayat Alquran.

Di tempat terpisah, Kepala Museum Sri Baduga Hj Ester Miori Dewayani sangat mengapresiasi kehadiran LPMQ di Expo 2017 yang mengusung tema ‘Keberagaman Budaya Asia Pasifik, Momentum Harmonisasi Antarbangsa’ ini.  “Saya berharap, kerjasama dengan LPMQ ini terus ditingkatkan di masa-masa mendatang,” harapnya.

By Mile,
Posted 31-03-2018 read:72

Related Notes

Pengamatan gerhana bulan total di Lembaga Observatorium Bosscha, Lembang, Kabupaten Bandung Barat, hingga pukul 19.20…
By Mile
Lajnah Pentashihan Mushaf Alquran (LPMQ) mewakili Kementerian Agama turut memeriahkan Museum Sri Baduga Expo 2017…
By Mile
Untuk belajar katanya bisa darimana saja. Tidak harus dari bangku sekolahan ataupun bangku kuliahan. Dimanapun…
By Hutomo Hadi Saputro
Notes from Nissia Ananda (YOT CA UI), Oktober 2011. Pernah ga sih ngerasa bad mood…
By YOTCA
Tidak terasa sudah hampir 3 bulan lamanya eksistensi YOT Bandung, diusia yang masih terbilang prematur…
By Firdaus Shofi Anshori