Detail Notes

Pemuda Indonesia yang (tidak) Beretika


Hallo YOTers, ketemu lagi nih sama artikel saya. Kali ini ini kita akan membahas mengenai etika seorang pemimpin. Dalam sebuah organisasi mutlak diperlukan seorang sosok pemimpin yang akan menjalankan fungsi kepemimpinan, seorang pemimipin akan bertanggung jawab atas baik/buruknya organisasi yang dia pimpin, karena kepemimpinan adalah pusat dan pengambil kebijakan pada suatu organisasi.


Banyak keluhan saat ini bahwa pemimpin tidak punya etika. Misalnya, tidak mempunyai pendirian dalam berkoalisi (kasus politik di Indonesia), berbicara yang tidak pantas di depan publik, saling mencerca dan mencaci maki, bahkan tidak malu lagi untuk melakukan korupsi. Mereka seolah-olah sudah merasa nyaman saja melakukan kesalahan. Banyak orang merasa bahwa pemimpin tidak beretika dan perlu dibuatkan pedoman. Contoh kasus, adanya penyusunan pedoman tentang etika DPR Indonesia.


Dalam suatu organisasi, etika kepemimpinan sangatlah penting. Pemimpin harus membuat keputusan yang tidak hanya menguntungkan, tetapi pemimpin juga harus memikirkan tentang pengaruhnya terhadap masyarakat. Pemimpin yang baik mengetahui nilai-nilai dan etika, serta mengaplikasikannya dalam gaya dan pelaksanaan kepemimpinannya. Ketika seorang pemimpin menggunakan etika dalam kepemimpinannya, ia akan dihormati dan dikagumi oleh bawahan dan karyawannya.


Nah sekarang kita simak dulu nih YOTers apasih kepemimpinan menurut para akhli? George P Terry mengatakan bahwa Kepemimpinan adalah kegiatan dalam mempengaruhi orang lain untuk bekerja keras dengan penuh kemauan untuk tujuan kelompok. Sedangkan H.Koontz dan C. O'Donnell mengatakan bahwa Kepemimpinan adalah kegiatan mempengaruhi orang lain agar ikut serta dalam mencapai tujuan umum. Kalau menurut kalian kepemimpinan itu apa? Menurut saya kepemimpinan adalah cara-cara yang dianggap benar secara umum oleh sekelompok atau suatu komunitas masyarakat dalam upaya untuk mempengaruhi orang lain untuk mencapai suatu tujuan bersama yang dimiliki oleh suatu organisasi.


Walaupun etiket kepemimpinan di setiap masyarakat bisa berbeda, prinsip-prinsip umum dalam etiket selalu tetap, tidak berubah, bersifat universal, dan tak terbatas waktu dan tempat. Terdapat tiga prinsip dalam etiket kepemimpinan, yaitu respect, empati dan kejujuran.


1. Respect  
Respek berarti menghargai orang lain, sebagai seorang pemimpin sudah seharusnya kita peduli pada orang lain dan memahami orang lain apa adanya. Tidak peduli mereka berbeda, berasal dari kultur berbeda, atau keyakinan berbeda. Jangan pernah bersikap sombong dan suka menjelek jelekan orang lain, karena itulah contoh tindakan yang tidak menghormati orang lain.


2. Empati
Empati berarti meletakkan diri di pihak orang lain. Sebelum bertindak atau berucap, kita harus berpikir dulu, apa pengaruhnya bagi orang lain. Hal ini biasa terjadi saat ita mengucapkan suatu hal tanpa memikirkannya terlebih dahulu, kadang bukannya respon positif yang kita dapat, malah kebalikannya.


3. Kejujuran
Kejujuran adalah sebuah bahasa yang universal, setiap orang bahkan mafia seklipun membutuhkan kejujuran dari bawahannya. Kejujuran bersifat mutlak, karena kejujuran merupakan salah satu nilai integritas, apa jadinya pemimpin tanpa integritas?

Nah YOTers berikut contoh etiket dan penerapannya yang berlaku di masyarakat umum Indonesia. Misalnya dalam makan, etiketnya ialah orang tua didahulukan mengambil nasi, kalau sudah selesai makan lalu mencuci dan membereskan piring, sendok dan garpu, makan sambil menaruh kaki di atas meja dianggap melanggar etiket bila dilakukan bersama-sama orang lain, makanlah dengan tangan kanan, makan tidak boleh berdecap dan bersendawa. Contoh contoh tersebut sebenarnya hal yang sepele, namun masih sering kita temui pelangnggaran pelanggaran etika yang lain, ya nggak YOTers?


Maka dari itu YOTers, sebagai anak muda alias calon pemimpin bangsa kita nggak punya etika sih? Apa nggak malu ya sama diri sendiri? Waaah nggak bisa dibiarkan nih YOTers, yuk mulai sekarang kita bangun lagi citra pemuda Indonesia yang beretika. Mulailah dari hal yang kecil, jika dibiasakan maka akan berbuah pada kebaikan : )
 

 

Rachmat Prasetyo Utomo
Staff Project Management YAFIndo
Young On Top Campus Ambassador Batch 3

By Rachmat Prasetyo Utomo,
Posted 18-11-2012 read:930

Related Notes

  Hallo YOTers ketemu lagi nih di artikel saya, kali ini kita akan bahas sedikit…
By Rachmat Prasetyo Utomo
Hallo YOTers, semakin tua umur padi maka semakin merunduk pula tangkainya. Mungkin pepatah inilah yang…
By Rachmat Prasetyo Utomo
Berencana untuk membawa bisnis Anda satu langkah ke depan? Simak tips berikut agar presentasi bisnis…
By Nadia Azka
Siapakah di sini yang tidak pernah mengeluh di dalam hidupnya? Well you are a great…
By Elsa Safira Kinanti
    Belajar,biasa nya identik dengan anak sekolahan.Iya karena belajar selalu saja di kaitkan dengan…
By yuliwangsajaya