Di balik badan mereka yang masih kecil terdapat mimpi besar yang sedang mereka usahakan, saya selaku anak yang berumur jauh di atas mereka kaget mendengar mimpi-mimpi mulia mereka yang begitu mulia dan membuat saya berfikir  "We are not only sharing knowledge with them but we learn from them. Age and condition not make us feel uncomfortable. It make us thinking and improve ourself."

We can learn  from anywhere,anytime and anyone

Remy Thalita Putri - YOTCA

Universitas Paramadina.

" /> Youngontop - Learning from anywhere, anytime and anyone

Detail Notes

Learning from anywhere, anytime and anyone


Sabtu siang lalu, saya dan teman-teman CA lain melakukan kegiatan sosial di Yayasan Fatahilah, kegiatan sosial ini bernama #YOTmengajar di canangkan oleh tim Catalyst Young on Top untuk berbagi dengan teman-teman yang lain.

Di sana kami di bagi menjadi beberapa kelompok untuk menemani teman-teman di yayasan fathilah untuk belajar bahasa inggris dan mata pelajaran lain yang mereka butuhkan.

Di kelompok saya ada beberapa anak yang sebagian besar merupakan anak SMP dan sisanya adalah anak SD kelas 4-6, saya menanyakan mengenai cita-cita mereka saat besar nanti dan  sebagian besar dari mereka mengatakan mereka ingin menjadi guru, saat saya menanyakan alasannya mereka menjawab agar bisa mengajari anak-anak yang seperti mereka. Ada lagi yang menjawab ingin sebagai sekertari dengan alasan ia ingin kerja di perkantoran agar terlihat keren, ada lagi yang menjawab ingin menjadi Polwan dengan alasan ingin menangkap orang-orang jahat yang membuat mereka seperti ini. (Mulia sekali mimpi mereka).

Mereka juga sempat bercerita tentang kehidupan mereka saat di yayasan, mereka senang bisa belajar dan sekolah, walaupun harus tinggal jauh dari orang tuang mereka. Karena sebagian dari teman-teman yayasan tinggal di yayasan tersebut sedangkan, rumah mereka yang sebenarnya ada di daerah bogor dan sekitarnya, mereka ke yayasan untuk sekolah dan belajar. Mereka memiliki banyak niat yang mulia, tetapi keadaan membuat mereka harus merelakan diri untuk hidup apa adanya, mereka bercerita  terkadang mereka sedih mengingat orang tua mereka yang tinggal jauh dari mereka dan teradang mereka nangis bersama saat hujan agar tidak terdengar oleh Abi (pengurus yayasan) mereka tidak ingin merepotkan sang abi dengan kesedihan mereka. Mendengar cerita tersebut saya mendapatkan pelajaran paling besar dari anak-anak yayasan. Yaitu salah satunya adalah sabar, jangan menyerah,bersyukur dan memiliki mimpi yang besar.

 

Di balik badan mereka yang masih kecil terdapat mimpi besar yang sedang mereka usahakan, saya selaku anak yang berumur jauh di atas mereka kaget mendengar mimpi-mimpi mulia mereka yang begitu mulia dan membuat saya berfikir  "We are not only sharing knowledge with them but we learn from them. Age and condition not make us feel uncomfortable. It make us thinking and improve ourself."

We can learn  from anywhere,anytime and anyone

Remy Thalita Putri - YOTCA

Universitas Paramadina.

By YOTCA,
Posted 20-02-2012 read:491

Related Notes

Rendy Trizaurochim - YOT CA IT Telkom Pada artikel ini saya ingin berbagi pengalaman dengan…
By YOTCA
Risca Andalina - CA UPH - Artikel Mei Awal bulan ini adalah bulan yg penat bgt…
By YOTCA
Dear YOTers Gue ingin berbagi sebuah kisah menarik yang gue dapat saat gue kuliah beberapa…
By LISA AMALIA ARTISTRY RAMADHANI
“Better three hours too soon than a minute too late.” - William Shakespeare Quote tersebut…
By Indira Mayusti Nandini
Saya ingin berbagi pengalaman, mungkin YOTers bisa mengambil pelajaran dari pengalam saya. Jadi, saya tipikal…
By Hesti Ghassani