Detail Notes

Jadi Karyawan Biasa No Way…


Karyawan adalah aset paling berharga bagi sebuah perusahaan. Kadang karyawan sering disebut Sumber Daya Manusia, tapi belakangan sering disebut sebagai Human Capital. Dimana karyawan adalah sebuah “modal” yang dapat menjadi penentu maju tidaknya suatu perusahaan. Bayangkan saja bila suatu perusahaan memiliki karyawan yang pemalas semuanya, maka apa yang akan terjadi pada perusahaan itu?. Tapi akan berbeda hasilnya bila karyawan tersebut jujur, kerja keras, dan juga kerja cerdas.

Kini karyawan tidak serta hanya pekerja biasa yang harus datang tepat waktu dan pulang pada waktunya, terus pada akhir bulan atau awal bulan mendapatkan gaji sebagai imbalan atas kerja kerasnya. Seorang karyawan  hanya dan harus patuh pada aturan perusahaan, perintah  pimpinan. Banyaknya aturan dan juga system perusahaan yang seakan-akan ‘membatas’ bahkan ‘mempenjarakan’ kreativitas karyawan.

Jika tidak patuh pada system, pemecataan menjadi momok yang menakutkan bagi semua karyawan. Banyak karyawan yang pesimis akan statusnya sendiri. Status sebagai karyawan tidak lagi menjadi sebuah kebanggaan  tapi menjadi sebuah kutukan. Timbullah suatu mindset, “saya hanya karyawan, kalo ga kerja mau makan apa nanti keluarga di rumah, atau saya ga akan bisa kaya toh gajinya juga hanya segitu-gitu saja, saya ga akan maju toh  bos saya pelitnya minta ampun, dan lain sebagainya.” Dari sinilah muncul persepsi baru tentang karyawan yaitu orang baik itu yang berpendidikan ataupun yang terlatih, dimana harus menjual tenaga, pikiran, dan ketrampilannya untuk mendapatkan gaji sebagai balasannya.

Sebenarnya persepsi itulah yang akan mempenjarakan seorang karyawan untuk terus menjadi karyawan seumur hidupnya. Hal ini sudah sejak lama ‘menggerogoti’dan ‘meracuni’ pikiran karyawan itu sendiri. Padahal jika kita memenggal kata dari “karyawan” itu sendiri akan muncul 2 kata yaitu ‘karya’ dan ‘wan’. Dari kedua kata tersebut akan bermakna bahwa karyawan adalah seorang individu yang memnciptakan sebuah karya. Dimana kata ‘karya’ itu sendiri bermakna suatu hasil dari proses kreatif.

So,  sudah saatnya anggapan bahwa karyawan kita ubah. Karyawan bukanlah profesi yang hina atau bahkan tidak ada masa depannya, melainkan  sebuah profesi yang menuntut kita untuk selalu berpikir kreatif guna manghasilkan suatu karya.

Mungkinkah Anda bisa menjadi KARYAWAN BERPROSPEK MASA DEPAN atau hanya menjadi KARYAWAN BIASA SELAMANYA?? Semua mungkin saja terjadi, tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini asalkan ada niat dan juga usaha untuk memperbaiki diri Anda maka semua akan terwujud. 

Ada empat cara yang akan membuat Anda menjadi KARYAWAN LUAR BIASA, So, mari kita simak cara tersebut.

Pertama, Anda harus mengubah mindset Anda sendri yang menyebutkan karyawan tidak bisa sukses.  Buang semua mindset Anda yang dapat menghambat perjalanan sukses Anda. Mulaiah tumbuh dan kembangkan pikiran dan  juga motivasi yang dapat mendorong Anda untuk mencapai sukses. Kemudian buatlah sebuah daftar tujuan/goal yang ingin Anda capai dalam jangka waktu tertentu misal  2 tahun kedepan Anda harus sudah punya rumah sendiri walau masih mencicil, atau Anda sudah buka usaha kecil-kecilan.   

Ibaratnya Anda saat ini sedang mengendarai motor untuk mengunjungi saudara Anda. Tentunya Anda akan segera meluncur kesana menemui saudara Anda. Tapi berbeda bila Anda yang sedang mengendarai motor tidak punya tempat tujuan, Anda bingung harus kemana.Itulah mengapa pentingnya kita harus memiliki tujuan/goal dalam menjalani hidup ini. Dengan tujuan yang ingin kita capai, maka kita akan senantiasa disiplin diri, belajar  mengatur dan memanfaatkan waktu, dan juga mengatur keuangan kita untuk tujuan tersebut. Selalu ingat,  Niat didukung oleh usaha diiringi pula dengan do’a maka hasilnya insyaAlloh memuaskan. Ammiinn.

Kedua, mulailah perbanyak wawasan dan pengetahuan Anda. Biarkanlah diri Anda ‘haus’ akan informasi, lalu puaskan rasa ‘haus’ itu dengan mendengar, menangkap, dan mempelajari hal-hal yang baru. Selalu pelajari dan tangkap semua informasi baik itu dari buku, teman kerja Anda, tempat kerja, jejaring social, maupun dari pengalaman Anda sendiri..

Ketika ada tugas baru dan asing, Anda tidak akan kaget malahan Anda telah akrab dengan tugas baru tersebut. So, hasilnya mungkin Anda telah dapat predisikan. Yups, kerjaan Anda akan lancar, walau nanti ada sedikit masalah Anda tidak akan kesulitan mengatasinya karena Anda memiliki informasi dan referensi lebih untuk masalah tersebut. Dan kerjaan Anda beres tepat waktu.

Ketiga, anggap semua pekerjaan kita adalah ibadah kepada Alloh SWT dan hanya mengharapkan balasanNYA. Kadang ketika pekerjaan kita tidak sejalan dengan yang kita harapkan, kita cemas dan lebih banyak mengeluh daripada bersyukur. Oleh karena itu, ayo kita mulai belajar bersyukur akan semua nikmat-NYA.

Ada cerita seperti ini, pada suatu  masa ada 3 orang pekerja bangunan yang sedang berdiskusi di sela waktu istirahat mereka. Ketiga pekerja itu membahas tentang pekerjaan mereka. Pekerja yang pertama berkata, “Hufht, hari ini kerjaan kita lumayan berat yah. Badan cape semua nich. Kalau aja, ada pekerjaan yang lebih layak, pekerjaan yang  tidak memakai otot hanya duduk-duduk bisa banyak uang kayanya aku mau pindah kerja dech”.

“Hahaha, kamu mimpinya ketinggian.”, balas pekerja kedua. “Tapi, iya juga sich. Kerjaan ini sudah gajinya kecil, tangan dan baju kita jadi kotor, badan kita sakit semua. Apalagi kalau lembur, upah lemburnya juga sedikit. Kita sudah banting tulang, tapi nanti tetap saja istri di rumah teriak-teriak kurang uang.”, keluh pekerja kedua tersebut.

Sementara pekerja ketiga bilang, “Sudah syukurin saja pekerjaan kita ini.Sekarang mah, kita harus benar-benar focus gimana caranya biar kerjaan ini cepat beres.” 

“Rejeki mah sudah ada yang ngatur, sob. Tinggal bagaimana caranya kita menjemput rejeki-Nya. Apakah kita menjemput rejeki-Nya dengan cara yang haram atau halal?. Terus jika sudah diberi rejeki, kita ga boleh ngeluh. Tetap syukuri rejeki yang diberikanNYA. “, ucap pekerja ketiga itu dengan bijak.     

Manusia itu sempurna tapi dibalik kesempurnannya banyak terdapat ketidaksempurnaan. Satu hal yang menandakan hal itu, selalu tidak bisa merasa cukup atas rejeki yang diberikan. Oleh karena itu, marilah mulai saat ini, semua yang kita lakukan dan kerjakan, kita anggap sebagai ibadah kepada Yang Maha Kuasa. Jika kita beribadah padaNYA, tentunya kita akan mendapatkan balasan pahala.

So, Kita akan selalu berusaha mengerjakan pekerjaan kita dengan sebaik-baiknya karena kita sadar rejeki yang diberikan akan sesuai dengan usaha terbaik yang telah kita lakukan. Tuhan kita tidak pernah tidur, dan mengetahui seberapa besar usaha kita dan akan memberikan balasan yang setimpal dengan usaha kita.

Keempat, mulailah berani untuk mengambil pekerjaan dengan tanggung jawab dan resiko yang lebih besar dari tugas sebelumnya. Berani mencoba sesuatu yang baru tidak akan mengakibatkan karier Anda hancur. Justru dari situlah akan lahir sebuah pengalaman baru yang berharga.

Ketika bayi dilahirkan,ia  tidak dapat berjalan atau mengucap. Hanya dapat menangis bila lapar. Seiring bertambahnya umur, bayi akan mencoba untuk berjalan dengan bantuan kakinya atau ‘ngerondang’. Kemudian mencoba berdiri, meski jatuh dan menangis. Tapi tetap mencoba untuk berdiri, sampai akhirnya bisa.

Menginjak usia 1 atau 2 tahun, bayi akan belajar bicara walau kata yang keluar hanya ‘ibu’ atau ‘mmah…mmah’ (mamah, red). Itulah segelintir bukti bahwa manusia dari awal diciptakannya memang selalu dihadapkan pada sesuatu yang baru dan mencoba sesuatu yang baru itu walau nantinya  kadang berhasil dan juga gagal.

Tidak ada salahnya Anda mencoba tugas dengan tanggung jawab yang lebih besar. Jangan pernah takut salah dan  jangan takut bila tugas tersebut gagal terselesaikan dengan rapi dan tepat waktu. Perasaan takut salah dan gagal hanya akan menghambat Anda untuk menjadi pribadi yang unggul. Mungkin Anda pernah mendengar kisah hidup Thomas AlvaEdison si penemu lampu yang sejak kecilnya dikatakan anak cacat karena pendengarannya, atau Merry Riana seorang motivator wanita no.1 di Asia Tenggara yang pernah bekerja sebagai sales asuransi.

Mereka semua adalah contoh hidup nyata dimana mencoba sesuatu yang baru belum tentu buruk bila kita belum mencobannya. Jadi mulai saat ini, kita biasakan diri kita untuk berani mencoba hal-hal baru karena dari hal tersebut akan lahir pengalaman baru yang berharga pula.

Selalu ingat,

Kita itu ‘spesial’ dan kita harus siap untuk sesuatu yang spesial pula.

 

- Irfan -

Sumber: dari berbagai sumber

By irfan amri,
Posted 19-05-2013 read:785

Related Notes

Minggu ini, semua anak sekolahan sedang menghadapi UTS, mulai dari SD hingga SMA. UTS digelar…
By irfan amri
Minggu ini, semua anak sekolahan sedang menghadapi UTS, mulai dari SD hingga SMA. UTS digelar…
By irfan amri
Surat ini aku tulis untuk seseorang yang pernah meledakkan dengan sepercik kalimat kepada Tanah ini,…
By GIBRAN
Menyampaikan ide, pikiran, perasaan dan apa yang ada dalam diri seorang individu memang sudah menjadi…
By rizka rahmawati
Passion saya adalah menulis. Saat ini untuk meraih impian tersebut saya memulainya dengan menjadi Buzzer…
By Erwin Setiawan