span data-mce-style="text-decoration: underline;" style="text-decoration: underline;">MIMPI dan BAHAGIA.

sebenarnya 'mimpi' itu apa?

Mungkin beberapa orang menganggap mimpi itu hanya sebagai bunga tidur, atau hanyalah angan-angan yang terlalu muluk-muluk dan rentan tertiup angin untuk segera enyah dari pikiran. Terkadang, saya sempat mendengar beberapa orang tua yang melarang anaknya untuk bermimpi dan lebih menyarankan untuk fokus kepada situasi dan kenyataan yang ada, karena 'bermimpi' itu dianggap buang-buang waktu dan tidak ada gunanya.

Betapa beruntungnya saya, yang semenjak kecil tidak pernah dilarang untuk bermimpi dan mempunyai cita-cita yang tinggi, hingga langit bahkan tidak sanggup untuk menjadi batas. Tapi, kembali lagi, manusia lebih sering membatasi pikiran mereka dengan pendapat-pendapat, mitos, atau bahkan pengalaman yang mereka sudah hadapi selama hidupnya, sehingga kadang mimpi hanyalah sebuah mimpi.

Saya sangat suka membaca buku-buku yang berisi motivasi untuk mengejar mimpi. Terkadang, apa yang tertulis dalam buku-buku tersebut seakan sangat mudah untuk kita eksekusikan pada kehidupan nyata.

Namun, jujur saja sampai detik ini saya masih belum berhasil untuk mengikuti saran-saran dan tulisan-tulisan yang inspiratif tersebut. Ya, saya menyadari salah satu yang menjadi kendala adalah pikiran dan cara berpikir saya yang masih terkotakkan dengan segala sesuatu yang sudah saya alami.

span data-mce-style="color: #ff0000;" style="color: rgb(255, 0, 0);">TAKUT? YA!

span data-mce-style="color: #ff0000;" style="color: rgb(255, 0, 0);">TIDAK PERCAYA DIRI? YA!

span data-mce-style="color: #ff0000;" style="color: rgb(255, 0, 0);">TAKUT GAGAL? YA!

span data-mce-style="color: #ff0000;" style="color: rgb(255, 0, 0);">BINGUNG? YA!

span data-mce-style="color: #ff0000;" style="color: rgb(255, 0, 0);">RAGU? YA!

Dan sayangnya, sedikit dari keterbatasan yang saya sebut di atas ini merupakan hal-hal yang seharusnya DIHILANGKAN dari pikiran. Dan, percayalah saya sedang berusaha untuk menghilangkannya dari memori pikiran saya.

Kalau ditanya apakah saya menyesal meninggalkan posisi dan pekerjaan saya yang terakhir? Jujur saja saya tidak menyesal, karena saya tahu persis bahwa passion dan hati saya tidak disana. Hanya saja, kembali lagi bahwa terkadang suara-suara di sekitar saya membuat saya kembali berpikir, apakah keputusan yang saya ambil tepat?

"follow your heart" adalah salah satu kalimat yang saya ingat dari (alm) ayah saya. Dan ya itu yang meyakinkan saya bahwa saya tidak salah.

Mungkin banyak orang yang bertanya-tanya apa yang saya lakukan sekarang? Terlihat seperti seorang perempuan yang beranjak dewasa tanpa pekerjaan. Terkadang, saya pun berpikir seperti itu, apalah gunanya saya ini. Tapi, 'the power of prayer' itu selalu mengena dalam hidup saya, ketika saya mulai terjebak lagi dalam kotak-kotak pemikiran tersebut, saya mendapat penerangan bahwa itu menjadi langkah awal dan pijakan saya untuk mulai menata perencanaan dan melakukan hal-hal kecil yang lama kelamaan saya yakin akan menjadi anak-anak tangga yang kokoh untuk meraih mimpi saya.

Mungkin, sekarang saya belum dapat menulis kesuksesan apa yang sudah saya dapat dalam proses mengejar mimpi itu. Tapi, saya tahu bahwa setiap harinya ada saja kesuksesan kecil yang saya dapatkan.

Misalnya :

betapa bahagianya ketika saya melihat artikel yang saya kumpulkan dan saya tulis lewat referensi di internet terpampang manis dalam sebuah majalah, dan nama saya tertera dalam posisi 'kontributor', mungkin ini bukanlah suatu kesuksesan yang dinilai besar di mata orang lain. Tapi bagi hati saya, ini adalah suatu kesuksesan yang sangat menggembirakan untuk saya.

betapa bahagia nya saya ketika, saya melihat orang lain menikmati kue-kue yang saya buat selama proses belajar saya untuk mengenal dunia pastry. Memang saya tidak pergi ke sekolah mahal untuk mempelajari hal tersebut, tapi saya berusaha dan belajar dengan apa yang ada. Saya belajar untuk mengenal bahan-bahan kue, ikut kursus harian, bagaimana menggunakan oven tradisional, bagaimana menata kue-kue tersebut untuk difoto. Dan apakah terbayang ketika ada orang-orang yang rela membayar untuk membeli hasil karya tersebut meskipun mungkin hanya sekedar untuk mencicipi? dan bagaimana rasanya ketika mereka bilang "enak", "suka", "lucu", "hebat"? Itu benar-benar kepuasan dan kebahagiaan yang selama ini saya cari.

Saya bukan tipe orang yang suka membaca, tetapi saya selalu berusaha untuk menumbuhkan niat membaca saya, dan saya merasa berhasil ketika saya menemukan jenis-jenis buku yang saya suka. Memang bukan buku-buku yang isinya berat atau filsafat yang hebat, tapi saya memilih untuk membaca buku yang dapat menginspirasi saya meskipun hanya lewat kata-kata sederhana.

kesuksesan kecil tersebut sungguh sudah membuat saya bahagia dan meyakinkan saya bahwa ketika kita mempunyai kemampuan, keyakinan, usaha yang keras, kita pasti bisa mewujudkannya.

karena yang terpenting adalah :

lakukanlah semuanya dengan hati yang ikhlas dan rasa bahagia yang tulus.

Sehingga, kesimpulan dan keyakinan saya sampai detik ini adalah :

ciptakanlah mimpi, karena mimpi bagaikan terang di suatu lorong panjang. Sehingga terang tersebut dapat menjadi dasar kita dalam memilih keputusan, seperti yang kita semua tahu bahwa setiap detiknya kita dihadapkan pada suatu pilihan dan kita harus memilih. Pastikan pilihan kita adalah pilihan yang akan membawa kaki kita berpijak menuju terang tersebut.

dan satu lagi :

bahagia itu sederhana

" /> Youngontop - bahagia itu sederhana

Detail Notes

bahagia itu sederhana


span data-mce-style="text-decoration: underline;" style="text-decoration: underline;">MIMPI dan BAHAGIA.

sebenarnya 'mimpi' itu apa?

Mungkin beberapa orang menganggap mimpi itu hanya sebagai bunga tidur, atau hanyalah angan-angan yang terlalu muluk-muluk dan rentan tertiup angin untuk segera enyah dari pikiran. Terkadang, saya sempat mendengar beberapa orang tua yang melarang anaknya untuk bermimpi dan lebih menyarankan untuk fokus kepada situasi dan kenyataan yang ada, karena 'bermimpi' itu dianggap buang-buang waktu dan tidak ada gunanya.

Betapa beruntungnya saya, yang semenjak kecil tidak pernah dilarang untuk bermimpi dan mempunyai cita-cita yang tinggi, hingga langit bahkan tidak sanggup untuk menjadi batas. Tapi, kembali lagi, manusia lebih sering membatasi pikiran mereka dengan pendapat-pendapat, mitos, atau bahkan pengalaman yang mereka sudah hadapi selama hidupnya, sehingga kadang mimpi hanyalah sebuah mimpi.

Saya sangat suka membaca buku-buku yang berisi motivasi untuk mengejar mimpi. Terkadang, apa yang tertulis dalam buku-buku tersebut seakan sangat mudah untuk kita eksekusikan pada kehidupan nyata.

Namun, jujur saja sampai detik ini saya masih belum berhasil untuk mengikuti saran-saran dan tulisan-tulisan yang inspiratif tersebut. Ya, saya menyadari salah satu yang menjadi kendala adalah pikiran dan cara berpikir saya yang masih terkotakkan dengan segala sesuatu yang sudah saya alami.

span data-mce-style="color: #ff0000;" style="color: rgb(255, 0, 0);">TAKUT? YA!

span data-mce-style="color: #ff0000;" style="color: rgb(255, 0, 0);">TIDAK PERCAYA DIRI? YA!

span data-mce-style="color: #ff0000;" style="color: rgb(255, 0, 0);">TAKUT GAGAL? YA!

span data-mce-style="color: #ff0000;" style="color: rgb(255, 0, 0);">BINGUNG? YA!

span data-mce-style="color: #ff0000;" style="color: rgb(255, 0, 0);">RAGU? YA!

Dan sayangnya, sedikit dari keterbatasan yang saya sebut di atas ini merupakan hal-hal yang seharusnya DIHILANGKAN dari pikiran. Dan, percayalah saya sedang berusaha untuk menghilangkannya dari memori pikiran saya.

Kalau ditanya apakah saya menyesal meninggalkan posisi dan pekerjaan saya yang terakhir? Jujur saja saya tidak menyesal, karena saya tahu persis bahwa passion dan hati saya tidak disana. Hanya saja, kembali lagi bahwa terkadang suara-suara di sekitar saya membuat saya kembali berpikir, apakah keputusan yang saya ambil tepat?

"follow your heart" adalah salah satu kalimat yang saya ingat dari (alm) ayah saya. Dan ya itu yang meyakinkan saya bahwa saya tidak salah.

Mungkin banyak orang yang bertanya-tanya apa yang saya lakukan sekarang? Terlihat seperti seorang perempuan yang beranjak dewasa tanpa pekerjaan. Terkadang, saya pun berpikir seperti itu, apalah gunanya saya ini. Tapi, 'the power of prayer' itu selalu mengena dalam hidup saya, ketika saya mulai terjebak lagi dalam kotak-kotak pemikiran tersebut, saya mendapat penerangan bahwa itu menjadi langkah awal dan pijakan saya untuk mulai menata perencanaan dan melakukan hal-hal kecil yang lama kelamaan saya yakin akan menjadi anak-anak tangga yang kokoh untuk meraih mimpi saya.

Mungkin, sekarang saya belum dapat menulis kesuksesan apa yang sudah saya dapat dalam proses mengejar mimpi itu. Tapi, saya tahu bahwa setiap harinya ada saja kesuksesan kecil yang saya dapatkan.

Misalnya :

betapa bahagianya ketika saya melihat artikel yang saya kumpulkan dan saya tulis lewat referensi di internet terpampang manis dalam sebuah majalah, dan nama saya tertera dalam posisi 'kontributor', mungkin ini bukanlah suatu kesuksesan yang dinilai besar di mata orang lain. Tapi bagi hati saya, ini adalah suatu kesuksesan yang sangat menggembirakan untuk saya.

betapa bahagia nya saya ketika, saya melihat orang lain menikmati kue-kue yang saya buat selama proses belajar saya untuk mengenal dunia pastry. Memang saya tidak pergi ke sekolah mahal untuk mempelajari hal tersebut, tapi saya berusaha dan belajar dengan apa yang ada. Saya belajar untuk mengenal bahan-bahan kue, ikut kursus harian, bagaimana menggunakan oven tradisional, bagaimana menata kue-kue tersebut untuk difoto. Dan apakah terbayang ketika ada orang-orang yang rela membayar untuk membeli hasil karya tersebut meskipun mungkin hanya sekedar untuk mencicipi? dan bagaimana rasanya ketika mereka bilang "enak", "suka", "lucu", "hebat"? Itu benar-benar kepuasan dan kebahagiaan yang selama ini saya cari.

Saya bukan tipe orang yang suka membaca, tetapi saya selalu berusaha untuk menumbuhkan niat membaca saya, dan saya merasa berhasil ketika saya menemukan jenis-jenis buku yang saya suka. Memang bukan buku-buku yang isinya berat atau filsafat yang hebat, tapi saya memilih untuk membaca buku yang dapat menginspirasi saya meskipun hanya lewat kata-kata sederhana.

kesuksesan kecil tersebut sungguh sudah membuat saya bahagia dan meyakinkan saya bahwa ketika kita mempunyai kemampuan, keyakinan, usaha yang keras, kita pasti bisa mewujudkannya.

karena yang terpenting adalah :

lakukanlah semuanya dengan hati yang ikhlas dan rasa bahagia yang tulus.

Sehingga, kesimpulan dan keyakinan saya sampai detik ini adalah :

ciptakanlah mimpi, karena mimpi bagaikan terang di suatu lorong panjang. Sehingga terang tersebut dapat menjadi dasar kita dalam memilih keputusan, seperti yang kita semua tahu bahwa setiap detiknya kita dihadapkan pada suatu pilihan dan kita harus memilih. Pastikan pilihan kita adalah pilihan yang akan membawa kaki kita berpijak menuju terang tersebut.

dan satu lagi :

bahagia itu sederhana

By sansinsun,
Posted 15-08-2013 read:270

Related Notes

I was quit from my last job as Sales Manager at one of the big…
By sansinsun
span data-mce-style="text-decoration: underline;" style="text-decoration: underline;">MIMPI dan BAHAGIA. sebenarnya 'mimpi' itu apa? Mungkin beberapa orang menganggap…
By sansinsun
Kita semua pasti pengen kan saat kita "terjatuh" ada teman-teman tau keluarga kita di sekeliling…
By Karina Saraswati
Dimuat di Suara Merdeka, Sabtu/5 Oktober 2013 http://www.suaramerdeka.com/v1/index.php/read/cetak/2013/10/05/239099/Belajar-Bahasa-Inggris-lewat-Gerak-dan-Lagu     “Big big big the elephant…
By Nugroho Angkasa
Pernahkah kamu meminta sesuatu kepada Tuhan, tetapi ternyata Tuhan memberikan sesuatu yang jauh lebih buruk…
By Bayu Suryo